Asal Usul Architecture Minimalis

Asal Usul Architecture Minimalis

Saat ini arsitektur bergaya minimalis telah mendapatkan penerimaan luas dari masyarakat di Indonesia. Hal ini terjadi karena beberapa hal,  antara lain karena kecocokan bentuk minimalis dengan bentuk rumah yang berukuran kecil, lebih murahnya biaya pembangunan rumah minimalis (vs rumah gaya mediterania yang banyak aksen misalnya) serta indahnya bentuk rumah yang dihasilkan.

Mungkin juga kepopuleran arsitektur bergaya minimalis merupakan reaksi terhadap “estetika berlebihan” yang ditemukan pada arsitektur mediterania, tropis, dan tradisional. Reaksi minimalis ini sejalan dengan pandangan masyarakat modern yang ingin kembali ke cara pandang dan kehidupan yang lebih sederhana.

Tetapi pernahkah anda bertanya dari mana konsep minimalis ini berasal? Ternyata penemu dari minimalisme di era modern adalah Ludwig “Mies” van der Rohe, seorang arsitek Jerman yang mencari cara untuk merevolusi arsitektur supaya menjadi lebih ‘modern’ bagi dunia industri. Diktumnya yang “less is more” merupakan intisari dari arsitektur minimalis.  Mies sukses menciptakan kerangka struktural yang minimal dengan menekankan ruang terbuka dan penggunaan bahan-bahan industrial dalam produksi.

Dengan kerangka dasar ini, Mies telah memberikan cetak biru untuk arsitektur modernis minimalis. Di era selanjutnya, para arsitektur minimalis menerjemahkan kerangka minimalis dari Mies ke dalam penggunaan ruang dan cahaya yang elegan, dengan bentuk geometris (terutama kotak). Kekhasan lain yang sekarang terlihat di arsitektur bergaya minimalis adalah penggunaan atap datar, dan jendela besar yang besar.

Ide “less is more” dari Mies ternyata cukup hebat. Konsep arsitektur bergaya minimalis tidak lekang dimakan waktu. Bangunan minimalis yang sudah puluhan tahun berdiri pun masih terlihat modern sampai saat ini.

Ciri khas ini terlihat juga pada rumah-rumah minimalis yang kini bermunculan di Indonesia. Ide Mies yang dulu merupakan teori belaka kini menjadi sesuatu yang nyata di sini. Banyak sekali rumah minimalist yang mulai bermunculan di kawasan real-estate di sekitar kota-kota besar.

Sampai berapa lamakah trend arsitektur gaya minimalis ini akan bertahan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

*Ivy Soraya adalah seorang Arsitek dan CEO Skyland Design & Build (www.skylanddb.com)

No Comments

Post A Comment