Blog

Mencari rumah itu gampang-gampang susah. Jika Anda mengidentifikasi dengan tepat apa yang Anda inginkan dan melakukan penelitian, Anda dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan rumah yang Anda inginkan dengan harga terbaik.

Inilah beberapa tips untuk melakukan proses homebuying yang cerdas.

  1. Kenali dirimu sendiri. Pahami jenis rumah yang sesuai kepribadian anda. Apakah Anda lebih memilih rumah baru atau yang sudah ada? Sebuah rumah kecil (tipe 36 atau 45) atau rumah bertingkat yang luas (diatas 200m2)? Pikirkan apa yang Anda inginkan dan yang Anda butuhkan (kedua hal ini tidak selalu sama). Prioritaskan fitur-fitur apa saja yang wajib ada pada rumah yang akan Anda beli.
  2. Hitung budget rumah Anda Umumnya, pemberi pinjaman mengatakan bahwa Anda mampu membeli rumah dengan harga dua sampai tiga kali pendapatan kotor Anda. Buat anggaran sehingga Anda tahu berapa banyak belanja yang Anda habiskan setiap bulan untuk perumahan. Jangan menunggu sampai Anda menemukan rumah dan mengajukan penawaran untuk menyelidiki pembiayaan.
    Ada baiknya Anda bertemu dengan (beberapa) bank untuk mendapatkan surat prakualifikasi yang menjelaskan berapa banyak yang Anda berhak pinjam. Bank pemberi pinjaman tidak akan selalu mempertimbangkan biaya tambahan yang akan Anda bayarkan saat membeli atau merencanakan memulai keluarga atau membeli mobil baru, jadi belanjalah dengan kisaran harga yang sesuai dengan Anda.
  3. Lakukan penelitian kecil-kecilan sebelum Anda mulai mencari Jangan lupa untuk melakukan penelitian sebelum Anda mulai melihat-lihat rumah.  Caranya: Kenali tiga sampai empat lingkungan yang ingin Anda tinggali berdasarkan jarak dari kantor, kedekatan dengan fasu m seperti RS, Mall & sekolah , kemudahan transportasi, dan harga.Mulai lihat-lihat dan bandingkan pilihan lingkungan tersebut dengan menggunakan situs pencarian rumah seperti rumah123.com atau rumah.com .Setelah cukup tahu kisaran harga di suatu lingkungan, barulah Anda siap untuk mulai melihat pilihan rumah yang ada.
  4. Mulailah pencarian rumah dengan timeline yang jelas Ketika Anda mencari rumah, berikanlah timeline yang jelas untuk pencarian tersebut – paling tidak beberapa bulan misalnya.Jangan makan waktu terlalu lama (lebih dari 1 tahun) karena dikhawatirkan perbandingan Anda menjadi tidak relevan lagi (rumah yang Anda lihat di awal akan sudah terjual atau naik harganya).
  5. Bandingkan pilihan yang ada Setelah melihat – lihat paling tidak 10 rumah, seharusnya Anda sudah bisa melihat apa yang bisa dan tidak bisa dicapai dengan budget yang Anda miliki. Maka realistislah dalam menentukan pilihan. Terkadang membeli rumah tidak bisa sempurna 100%. Rumah di lingkungan indah, jalan besar, fasilitas lengkap bisa saja tapi pasti harganya mahal atau letaknya nun jauh di luar kota.Maka pilihlah rumah yang cocok dengan lifestyle yang kita miliki. Jangan sampai Anda menyesal membeli rumah yang kejauhan atau yang tidak sesuai keinginan Anda.
  6. Capai target akhir secara bertahap.Dalam memilih rumah, pikirkan juga tujuan Anda beli rumah. Apakah Anda mencari rumah starter dengan rencana untuk jual dan beli yang lebih baik dalam beberapa tahun? Atau apakah Anda berharap langsung bisa membeli rumah selama puluhan tahun mendatang? Dengan rumah starter, Anda mungkin bisa bersikap lebih realistis. Jadi beli rumah harga murah sesuai budget dengan rencana akan upgrade ke rumah yang lebih baik bila ada rejeki lebih nanti. Harapannya, nanti hasil penjualan rumah starter bisa dijadikan DP bagi rumah idaman.
  7. Have fun Finally, jangan lupa untuk menikmati prosesnya. Jangan dibawa stress. Mencari rumah seharusnya merupakan proses yang menyenangkan.

Saat ini arsitektur bergaya minimalis telah mendapatkan penerimaan luas dari masyarakat di Indonesia. Hal ini terjadi karena beberapa hal,  antara lain karena kecocokan bentuk minimalis dengan bentuk rumah yang berukuran kecil, lebih murahnya biaya pembangunan rumah minimalis (vs rumah gaya mediterania yang banyak aksen misalnya) serta indahnya bentuk rumah yang dihasilkan.

Mungkin juga kepopuleran arsitektur bergaya minimalis merupakan reaksi terhadap “estetika berlebihan” yang ditemukan pada arsitektur mediterania, tropis, dan tradisional. Reaksi minimalis ini sejalan dengan pandangan masyarakat modern yang ingin kembali ke cara pandang dan kehidupan yang lebih sederhana.

Tetapi pernahkah anda bertanya dari mana konsep minimalis ini berasal? Ternyata penemu dari minimalisme di era modern adalah Ludwig “Mies” van der Rohe, seorang arsitek Jerman yang mencari cara untuk merevolusi arsitektur supaya menjadi lebih ‘modern’ bagi dunia industri. Diktumnya yang “less is more” merupakan intisari dari arsitektur minimalis.  Mies sukses menciptakan kerangka struktural yang minimal dengan menekankan ruang terbuka dan penggunaan bahan-bahan industrial dalam produksi.

Dengan kerangka dasar ini, Mies telah memberikan cetak biru untuk arsitektur modernis minimalis. Di era selanjutnya, para arsitektur minimalis menerjemahkan kerangka minimalis dari Mies ke dalam penggunaan ruang dan cahaya yang elegan, dengan bentuk geometris (terutama kotak). Kekhasan lain yang sekarang terlihat di arsitektur bergaya minimalis adalah penggunaan atap datar, dan jendela besar yang besar.

Ide “less is more” dari Mies ternyata cukup hebat. Konsep arsitektur bergaya minimalis tidak lekang dimakan waktu. Bangunan minimalis yang sudah puluhan tahun berdiri pun masih terlihat modern sampai saat ini.

Ciri khas ini terlihat juga pada rumah-rumah minimalis yang kini bermunculan di Indonesia. Ide Mies yang dulu merupakan teori belaka kini menjadi sesuatu yang nyata di sini. Banyak sekali rumah minimalist yang mulai bermunculan di kawasan real-estate di sekitar kota-kota besar.

Sampai berapa lamakah trend arsitektur gaya minimalis ini akan bertahan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

*Ivy Soraya adalah seorang Arsitek dan CEO Skyland Design & Build (www.skylanddb.com)

Membangun rumah impian yang nyaman dan indah mempesona adalah impian semua pemilik rumah. Tapi ternyata proses menuju rumah impian itu adalah proses yang panjang.

Ketika kita membeli sebuah rumah (baik rumah baru maupun rumah lama) jarang sekali kita akan dapatkan rumah yang persis yang seperti kita inginkan. Rumah yang baru gress biasanya masih “mentah”. Warnanya cenderung warna monoton. Sebagian besar pun belum ada kitchen set ataupun furniture (memang jarang sekali rumah baru yang sudah fully furnished lengkap). Sedangkan pada rumah lama, biasanya juga ada hal-hal yang kurang berkenan, yang sebenarnya ingin kita ubah. Layout yang kurang sesuai kebutuhan kita misalnya. Atau warna rumah yang “not my style”.

Karena itu, ternyata membeli sebuah rumah sebenarnya hanya step pertama menuju tercapainya rumah impian. Step selanjutnya masih banyak. Dari yang minor seperti menambahkan lemari, sofa, meja, dan pernak pernik yang tepat. Memperbaiki dapur dengan kitchen set serta menambah appliance seperti kulkas, kompor, dsb. Hingga perombakan yang sifatnya major seperti mengubah layout, menambah kamar, dsb.

Tidak jarang proses membangun rumah idaman perlu waktu bertahun-tahun dari awal hingga akhir karena menunggu inspirasi datang dan budget tersedia. Rumah yang sudah “selesai” pun ada baiknya diupdate dan upgrade tiap 10 tahun sekali supaya sesuai kebutuhan keluarga kita yang terus berubah.

Ada peribahasa orang Inggris yang mengatakan, “its about the journey, not the destination”. Karena itu sebagai homeowner, ada baiknya kita belajar mencintai proses panjang home improvement dalam perjalanan membangun rumah impian. Home improvement itu sendiri adalah proses yang cukup menyenangkan. Learn to enjoy it!!

*Ivy Soraya merupakan seorang Architect serta CEO Skyland Design&Build. Dia dapat dihubungi via email di sorayaoctaviani@gmail.com atau via WA/SMS di  081573072028. Ikuti juga akun twitternya di @skylanddb

Seringkali orang berpikir bahwa bahagia itu adalah travelling ke tempat yang seru di Eropa atau Amerika. Atau mungkin kebahagiaan adalah berlibur yang santai di pinggir pantai di Bali atau Lombok.

Tapi sebuah studi baru dari Baylor University menawarkan kabar baik untuk keluarga yang belum ada rencana untuk pergi ke mana-mana dalam waktu dekat: Waktu luang yang dihabiskan di rumah sebenarnya bisa menjadi cara yang lebih efektif untuk menumbuhkan kebahagiaan sejati dan abadi.

Ya, mencoba pengalaman baru dan mengunjungi tempat baru bisa menjadi hebat untuk ikatan dengan anak-anak Anda. Tetapi ketika para periset di Baylor University mensurvei lebih dari 1.500 orang tentang jenis rekreasi keluarga yang mereka ikuti pada tahun lalu, mereka menemukan bahwa mereka yang tinggal di rumah dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari bersama keluarga ternyata lebih bahagia daripada mereka yang banyak melakukan perjalanan jauh bersama keluarga.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang lebih mungkin merasa benar-benar terlibat – sebuah konsep yang dikenal sebagai “arus” – ketika mereka berpartisipasi dalam kegiatan terstruktur yang dibatasi oleh peraturan, bukan waktu luang yang tidak terstruktur. Keterlibatan sosial memang adalah salah satu dari tiga unsur kebahagiaan, para penulis menulis dalam studi mereka, bersama dengan emosi dan makna positif.

Semua jenis aktivitas santai memiliki potensi untuk menyediakan unsur-unsur ini dan memberikan kepuasan dalam keluarga, para penulis menulis. Tetapi karena waktu yang dihabiskan di rumah untuk melakukan aktivitas sehari-hari dapat meniru jenis lingkungan yang terstruktur dan terstruktur ini, mereka berhipotesis bahwa keluarga akan lebih cenderung mencapai arus kebersamaan selama menjalankan kegiatan sehari-hari yang tampaknya biasa-biasa saja.

Penulis utama studi ini, DR. Karen Melton mencatat bahwa beberapa ahli merekomendasikan makan bersama sebagai salah satu cara terbaik untuk mengikat sebagai keluarga, dan bukan aktivitas pasif seperti menonton televisi. Akan tetapi, hal ini relatif bagi tiap-tiap keluarga.

Bagi beberapa keluarga, kebersamaan tercapai melalui makan malam bersama; Tapi bagi keluarga lain, mungkin kebersamaan bisa tercapai dengan menonton TV bersama atau mendengarkan musik. Pada akhirnya, yang penting adalah kita adalah makhluk sosial yang mendambakan rasa kebersamaan dan konektivitas.

Maka jangan sepelekan pentingnya rumah kita sebagai sumber kebahagiaan keluarga. Kebersamaan dalam rumah adalah sesuatu yang tidak mudah tergantikan.

*Ivy Soraya adalah seorang Arsitek serta CEO Skyland Design & Build – perusahaan kontraktor spesialis renovasi & pembangunan rumah.