Rumah sebagai sumber kebahagiaan keluarga

Rumah sebagai sumber kebahagiaan keluarga

Seringkali orang berpikir bahwa bahagia itu adalah travelling ke tempat yang seru di Eropa atau Amerika. Atau mungkin kebahagiaan adalah berlibur yang santai di pinggir pantai di Bali atau Lombok.

Tapi sebuah studi baru dari Baylor University menawarkan kabar baik untuk keluarga yang belum ada rencana untuk pergi ke mana-mana dalam waktu dekat: Waktu luang yang dihabiskan di rumah sebenarnya bisa menjadi cara yang lebih efektif untuk menumbuhkan kebahagiaan sejati dan abadi.

Ya, mencoba pengalaman baru dan mengunjungi tempat baru bisa menjadi hebat untuk ikatan dengan anak-anak Anda. Tetapi ketika para periset di Baylor University mensurvei lebih dari 1.500 orang tentang jenis rekreasi keluarga yang mereka ikuti pada tahun lalu, mereka menemukan bahwa mereka yang tinggal di rumah dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari bersama keluarga ternyata lebih bahagia daripada mereka yang banyak melakukan perjalanan jauh bersama keluarga.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang lebih mungkin merasa benar-benar terlibat – sebuah konsep yang dikenal sebagai “arus” – ketika mereka berpartisipasi dalam kegiatan terstruktur yang dibatasi oleh peraturan, bukan waktu luang yang tidak terstruktur. Keterlibatan sosial memang adalah salah satu dari tiga unsur kebahagiaan, para penulis menulis dalam studi mereka, bersama dengan emosi dan makna positif.

Semua jenis aktivitas santai memiliki potensi untuk menyediakan unsur-unsur ini dan memberikan kepuasan dalam keluarga, para penulis menulis. Tetapi karena waktu yang dihabiskan di rumah untuk melakukan aktivitas sehari-hari dapat meniru jenis lingkungan yang terstruktur dan terstruktur ini, mereka berhipotesis bahwa keluarga akan lebih cenderung mencapai arus kebersamaan selama menjalankan kegiatan sehari-hari yang tampaknya biasa-biasa saja.

Penulis utama studi ini, DR. Karen Melton mencatat bahwa beberapa ahli merekomendasikan makan bersama sebagai salah satu cara terbaik untuk mengikat sebagai keluarga, dan bukan aktivitas pasif seperti menonton televisi. Akan tetapi, hal ini relatif bagi tiap-tiap keluarga.

Bagi beberapa keluarga, kebersamaan tercapai melalui makan malam bersama; Tapi bagi keluarga lain, mungkin kebersamaan bisa tercapai dengan menonton TV bersama atau mendengarkan musik. Pada akhirnya, yang penting adalah kita adalah makhluk sosial yang mendambakan rasa kebersamaan dan konektivitas.

Maka jangan sepelekan pentingnya rumah kita sebagai sumber kebahagiaan keluarga. Kebersamaan dalam rumah adalah sesuatu yang tidak mudah tergantikan.

*Ivy Soraya adalah seorang Arsitek serta CEO Skyland Design & Build – perusahaan kontraktor spesialis renovasi & pembangunan rumah.

No Comments

Post A Comment